Provinsi Kalimantan Utara


Geografi

Daerah Kalimantan Utara yang terdiri dari luas wilayah 75 467,70 km2, terletak antara 114o 35'22''dan 118o 03'00'' Bujur Timur, dan antara 1 o 21'36'' dan 4o 24'55'' Lintang Utara. Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda di Indonesia saat ini, dibagi menjadi 5 (lima) kabupaten/kota, 4 (empat) kabupaten, 1 (satu) kota, 50 kecamatan dan 479 desa/kelurahan.

Lima kabupaten/kota tersebut adalah Malinau dengan ibukota Malinau, Bulungan dengan ibukota Tanjung Selor, Tana Tidung dengan ibukota Tideng Pale, Nunukan dengan ibukota Nunukan, sedangkan satu Kota adalah Tarakan. Provinsi Kalimantan Utara terletak di paling utara Pulau Kalimantan dan sekaligus merupakan wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia, khususnya Negara Sabah dan Sarawak. Tepatnya provinsi ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia di sebelah Utara, Laut Sulawesi di sebelah Timur, Kalimantan Timur di sebelah Selatan, dan Malaysia di sebelah Barat.

Iklim

Seperti iklim wilayah Indonesia pada umumnya, Kalimantan Utara beriklim tropis dan mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, sedang musim penghujan terjadi pada bulan Nopember sampai dengan bulan April. Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan pada bulan-bulan tertentu. Selain itu, karena letaknya di daerah khatulistiwa maka iklim di Kalimantan Utara juga dipengaruhi oleh angin Muson, yaitu angin Muson Barat Nopember-April dan angin Muson Timur Mei-Oktober.

Namun dalam tahun-tahun terakhir ini, keadaan musim di Kalimantan Timur kadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak ada hujan sama sekali, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau justru terjadi hujan dengan waktu yang jauh lebih panjang.

Namun dalam tahun-tahun terakhir ini, keadaan musim di Kalimantan Timur kadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak ada hujan sama sekali, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau justru terjadi hujan dengan waktu yang jauh lebih panjang.