Statistik wilayah


Wilayah Administrasi Pemerintahan

Pendataan Podes 2014 dilaksanakan pada bulan April 2014 secara sensus terhadap seluruh wilayah administrasi pemerintahan terendah setingkat desa, yaitu desa, kelurahan, nagari, dan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT). Wilayah setingkat desa yang didata harus memenuhi tiga syarat, yaitu: 1) mempunyai wilayah dengan batas yang jelas, 2) mempunyai penduduk yang menetap di wilayah tersebut, dan 3) mempunyai pemerintahan. Menurut Podes 2014, di Kalimantan Utara tercatat sebanyak 479 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 444 desa dan 35 kelurahan. Selain itu juga tercatat sebanyak 50 Kecamatan dan 5 Kabupaten/Kota.

Indeks Kesulitan Geografis Desa

Menurut Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa yang Bersumber Dari APBN, salah satu komponen yang digunakan dalam pengalokasian dana desa adalah IKG desa. BPS telah menyusun IKG untuk seluruh wilayah pemerintahan setingkat desa (desa, nagari, UPT, tidak termasuk kelurahan). IKG merupakan indeks komposit yang mempunyai skala dari 0 (nol) sampai 100 (seratus) dan disusun berdasarkan tiga komponen, yaitu: 1) ketersediaan pelayanan dasar, 2) kondisi infrastruktur, dan 3) aksesibilitas/transportasi. Semakin tinggi indeks menunjukkan tingkat kesulitan geografis yang semakin tinggi.

Tabel di bawah ini menyajikan IKG Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara. IKG terendah sebesar 19,82 sedangkan IKG tertinggi sebesar 87,98. Kedua IKG tersebut terdapat di Kabupaten Malinau. Nilai tengah IKG Provinsi Kalimantan Utara adalah sebesar 59,47.

Desa/Kelurahan Terdepan

Desa/kelurahan terdepan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut desa atau kelurahan yang wilayah daratnya berbatasan langsung dengan negara lain. Menurut Podes 2014 teridentifikasi sebanyak 81 desa/kelurahan sebagai desa/kelurahan terdepan di Provinsi Kalimantan Utara. Wilayah tersebut tersebar di dua Kabupaten/Kota yaitu 10 desa di Kabupaten Malinau dan 71 desa di Kabupaten Nunukan. Kedua Kabupaten/Kota itu berbatasan langsung dengan wilayah Negara tetangga Malaysia.

Desa/Kelurahan Terluar

Menurut Podes 2014 di Provinsi Kalimantan Utara, terdapat 19 desa/kelurahan yang berada di 1 pulau dari sebanyak 92 pulau-pulau kecil terluar yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2005. Juga terdapat 1 pulau kecil terluar, tapi tidak berpenghuni. Pulau-pulau tersebut berada di Kabupaten Nunukan, yaitu Pulau Sebatik (19 desa/kelurahan) dan Pulau Gosong Makasar (tidak berpenghuni).

Keberadaan Infrastruktur

  1. Pendidikan

    Hasil Podes 2014 menunjukkan bahwa separuh lebih desa/kelurahan di Kalimantan Utara sudah terjangkau oleh sarana pendidikan setingkat SD/MI. Terdapat 37,58 persen (180 desa/kelurahan) yang tidak ada SD/MI. Sarana pendidikan menengah pertama dan menengah atas juga telah tersedia di sebagian besar wilayah kecamatan di Kalimantan Utara. Dari 50 kecamatan yang tercatat dalam Podes 2014, seluruh kecamatan di Kalimantan Utara telah memiliki SMP/MTs dan masih ada 7 kecamatan yang tidak memiliki SMU/SMK/MA. Secara lengkap, persentase wilayah menurut keberadaan sarana pendidikan disajikan dalam gambar berikut.

  2. Kesehatan

    Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai UUD 1945. Untuk itu, ketersediaan sarana kesehatan dasar di setiap wilayah menjadi sangat penting. Berdasarkan Hasil Podes 2014 Kalimantan Utara menunjukkan bahwa sebanyak 4 kabupaten/kota di Kalimantan Utara (80,00%) telah mempunyai rumah sakit, dan sebanyak 49 kecamatan (98,00%) telah mempunyai Puskesmas/Pustu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

  3. Pasar

    Tersedianya sarana perdagangan seperti pasar dapat menjadi salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu wilayah. Hasil Podes 2014 di Kalimantan Utara mencatat hanya ada sebanyak 53 desa/kelurahan (11,06%) sudah memiliki pasar dengan bangunan dan 21 desa/kelurahan (4,38%) sudah memiliki pasar tanpa bangunan. Artinya masih terdapat sebanyak 405 desa/kelurahan (84,56%) tidak ada pasar. Jumlah desa/kelurahan yang ada pasar dengan bangunan menurut Kabupaten/Kota disajikan pada tabel berikut:

  4. Listrik

    Ketersediaan penerangan listrik menjadi hal yang penting untuk menunjang kemajuan suatu wilayah. Dari Hasil Podes 2014 Tercatat bahwa di 472 desa/kelurahan (98,54%) di Kalimantan Utara telah terdapat keluarga pengguna listrik, namun hanya sebanyak 180 desa/kelurahan (62,42%) telah terdapat keluarga pengguna listrik yang disalurkan oleh PLN dan selebihnya listrik non PLN. Selain itu, sebanyak 380 desa/kelurahan (79,33%) telah terdapat keluarga pengguna listrik yang disalurkan oleh Non PLN, yang berarti bahwa dengan berbagai alasan, sebagian desa yang sudah ada jaringan PLN namun masih tetap menggunakan listrik Non PLN.

    Terkait keberadaan penerangan jalan utama di desa/kelurahan, sebanyak 133 desa/kelurahan (27,77%) telah tersedia penerangan jalan. Terdiri dari 95 desa/kelurahan penerangan jalan utamanya berasal dari listrik pemerintah, 30 desa/kelurahan listrik non pemerintah, 8 desa/kelurahan sumber penerangan jalan utamanya berasal dari non listrik.

  5. Jalan

    Infrastruktur transportasi merupakan infrastruktur dasar yang sangat penting sebagai sarana pengangkutan yang berperan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi karena ketersediaan jalan akan meminimalkan modal komplementer sehingga proses produksi dan distribusi akan lebih efisien. Pembangunan prasarana jalan akan meningkatkan pertumbuhan wilayah-wilayah baru dengan meningkatnya volume lalu lintas. Sebaliknya, prasarana jalan yang buruk dan rusak akan menghambat alokasi sumber daya, pengembangan industri, pendistribusian faktor produksi, barang dan jasa, yang pada akhirnya akan memengaruhi pendapatan.

    Hasil Podes 2014 Kalimantan Utara menunjukkan sebanyak 417 desa/kelurahan menggunakan sarana transportasi darat, dimana 238 desa/kelurahan (57,07%) sudah tersedia jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun. Artinya masih terdapat 179 desa/kelurahan (42,93%) yang lalu-lintasnya masih bergantung pada kondisi jalan dan cuaca. Secara lengkap, persentase desa/kelurahan menurut jenis lalu lintas dan keberadaan jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih dapat dilihat pada gambar berikut.